Senin, 05 November 2012

Anemometer

Anemometer

Anemometer adalah alat pengukur kecepatan angin yang banyak dipakai dalam bidang Meteorologi dan Geofisika atau stasiun prakiraan cuaca. Selain untuk mengukur kecepatan angin, alat ini dapat digunakan untuk menentukan arah angin dan mengukur besarnya tekanan angin itu.
Anemometer berasal dari bahasa yunani, yaitu "anemos" yang berati angin. Benda ajaib ini pertama kali dirancang oleh seorang arsirek asal Italia pada tahun 1450, yaitu Leon Battista Alberti.

Selengkapnya,,,, check this video ....





Jumat, 26 Oktober 2012

................

coretan pertama saya disini,,, heee...
entah apa isinya,, silahkan dibaca saja dan artikan sendiri..

****

beberapa minggu terakhir yang dipenuhi dengan berbagai pemikiran..
banyak hal yang mengganggu fikiran saya akhir2 ini,, dan ini cukup membuat dilema bagi saya..salah satunya adalah ini..........

.............
pernahkah anda menyukai sesuatu ? 
pasti pernah bukan ?
dan itu sangat sangat manusiawi..

dan saat ini saya sedang menyukai sesuatu,
hal yg berulang kembali,, mungkin terasa sama.. 
tapi ada hal lain yang masuk disini,, saya menjadi sesuatu karenanya..

****

emmm... ketika teman2 mempunyai sesuatu yang teman2 sayangi dan ternyata apa yg temen2 syangi lebih memikirkan sesuatu yang lain? apa yg teman2 rasakan ? pasti teman2 kan merasa sedih bukan ? 

hal inilah yg sedang bergolak difikiran dan hati sya.. membuat sya berfikr dan berfikir kembali tentang rasa suka itu..


****

terinspirasi dari percakapan saya dan teman2,, yg membuat sya berfikir kembali akan hal ini..
sya merasa

beberapa minggu yg lalu dalam pertemuan yg insyaAllah diberkahi, obrolan para wanita ttg bgaimana ketika kta meyukai sesuatu..
hal yg masuk dalam fikiran sya megenai obrolan saat itu adalah : "menyukai sesuatu adalah anugrah,, dan stiap org berhak memilikinya. namun jgn jdikan itu alasan bagi kita untuk memilikinya, mengagungkannya sebelum masanya tiba. "

Jangan Bersedih,,, BERBAHAGIALAH !!!!!


tak usah terlalu banyak mengeluh !
toh emang kenyataannya seperti ini,,
keluh kesahmu takkan mampu membuat semua jadi lebih baik..
hanya rasa lelah yang timbul kemudian,
tak sayangkah dengan energi yang kamu buang untuk keluh kesahmu itu?

tak usah menangis kemudian karena kebingungan yang akhir2 ini menerpa mu!
boleh lah kamu menangis, tapi hanya sejenak saja .,
tak usah berlama-lama, tak usah bermelow-melow ria,,
tak ada yang menginginkan melihat kamu dalam keadaan seperti itu,,
bukankah kamu tak ingin melihat mereka bersedih?
maka berhentilah menangis..

kali ini kamu terjatuh,, terjatuh untuk kesekian kalinya..
ini memang minggu-minggu yang sulit..
tapi tak usah disesali,,
semua akan membaik
semua pasti kan membaik..

dan tak usah banyak beralasan
kamu mungkin sedang jatuh,,
tapi bukan berarti kamu harus diam dalam jatuh mu itu,
menunggu goresan itu sembuh..
sungguh kamu seperti orang yang tak punya harapan jika kau seperti itu..

maka walaupun kamu sedang bersedih, semua terasa kacau, tak karuan
atau bahkan kamu sedang terperosok kedalam kubangan,
jangan pernah jadikan semua itu sebagai alasan..

berbahagialah, berbahagialah,,
karena kamu masih bisa melihat mereka tersenyum,
walaupun kamu sedang sulit untuk tersenyum

berbahagialah,, berbahagialah,,
karena semua ujian ini, kau semakin dekat dengan-Nya
mulai mengerti makna dari ujian yang ada..

berbahagialah,, dan sangatlah engkau berbahagia ...

tersenyumlah, tersenyumlah
walau hatimu sedang tak ingin tersenyum
tetaplah tebarkan senyuman itu..

dan ku yakin kau kan bahagia karenanya.

Selasa, 23 Oktober 2012

Juprat-Jepret

awalnya buat tugas kuliah, foto media pembelajaran kwan.
juprat-jepret, tapi jadi keasyikan gini.
tugas 3 foto, jadi berpuluh-puluh foto. 
dahsyat...
pedesan .. tradisional bgt.. walupun rumah-rumahnya suduh cukup mengkota . (hee)














Senin, 22 Oktober 2012

Itu Kataku ...


aku ingin berkata sesuatu,
tapi aku tak tau apa
mungkin sebenarnya aku tau itu apa
namun sedikit sulit untuk aku mengungkapkannya.

aku tak pandai merangkai kata
jika hanya berseliweran difikiranku itu cukup mudah
tapi tidak ketika aku harus secara langsung mengungkapkannya

apalagi dalam bentuk tulisan semacam ini.

itu bukan keahlianku,
tapi aku akan coba.

mungkin akan terdengar rancu ditelingamu,
bahkan ditelingaku juga.

seringkali terdengar lucu,
namun sayang tak selucu leluconmu.

aku bahkan lebih buruk dari lelucon konyolmu,
yang aku rasa itu tak lucu,
tapi orang berkata itu lucu,

hanya sebatas penilaian menurutku.

komunikasiku jelek, mungkin iya
kamu lucu, mungkin iya

tapi bisa jadi sebaliknya.

terserah,,
aku hanya ingin berkata demikian

kamu akan mengerti atau tidak.
Terserah !!!

sebatas penilaian menurutku.

itu hanya kataku,

Selasa, 24 Juli 2012

Saat Aku Merasa Asing….


Aku fikir,,, Aku merasa asing dirumah ini..
Terlalu aneh untuk aku ucapkan, entah benar demikian atau tidak. Namun mungkin itu sedikit kalimat yang dapat menggambarkan perasaan aku saat ini.
sudah cukup lama aku disini. Belajar banyak hal dan kenal dengan banyak hal pula. Dari seorang yang mungkin bisa dibilang bodoh, hingga kini menjadi cukup pintar. Terlalu berlebihankah bila dikatakan demikian?
Tapi itu tidak masalah, memang demikian adanya, dan terserah orang mau berpedapat apa, hanya mengatakan apa yang aku fikirkan saja, bebas bukan? Ya ini adalah negara demokrasi, aku bebas mengungkapkan apapun selama tidak melanggar norma.
Dan aku rasa bodohnya aku dulu hingga aku menjadi pintar kini, walaupun bukan pintar secara akademik yang mungkin kata orang apa yang jadi pintarnya aku kini bukan lah sebuah kepintaran. Tapi itu sangat luar biasa, dan aku rasa ini adalah sebuah prestasi. That’s Right…
Sekarang aku masih duduk, terdiam, berfikir, merasakan banyak kekesalan, bahkan menangis karena dan di rumah ini, rumah yang sudah dua tahun lebih aku tinggali. Rumah yang dulu aku sangat menyukainya dan bermimpi banyak tentangnya. Tapi aku rasa kini tidak lagi. Tanya kenapa? Akupun tidak tau kenapa.
Apakah aku telah jatuh cinta pada yang lain?
Terlalu munafik, begitu mudahkah aku berpaling?
Tidakkkkk !!!!!
Bukan demikian kawan ! Aku hanya tak mengerti sekarang, apa yang sedang terjadi dengan rumah ini, keadaannya pun aku tak tau. Aku bak penghuni tanpa jiwa dirumah ini. Jangan Tanya pergi kemana jiwaku itu! Mungkin sedikit demi sedikit sudah tererosi oleh derasnya arus masalah, masalah yang hanya aku menganggap itu masalah. Atau jiwaku itu sudah terbang keujung bumi ini. Kasihan bukan ??? Bukankah kali ini aku sangat lucu? Walau aku tau kamu mungkin takkan tertawa mendengar ini.
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Rumah ini begitu cepat berubah dan aku tak tau apa yang membuat semua berubah. Hanya kebingungan yang kian hari kian menyelimuti, seiring dengan munculnya sebuah prasangka dalam diriku, yang walaupun aku tau itu sangatlah tidak baik.  Aku tak menginginkan semua ini, rasa yang mungkin takkan orang terima, dan terlalu absurd untuk dijelaskan.
Tapi bolehkah aku pergi ? ……………
Aku tak ingin hanya jadi pajangan saja disini, pajangan yang tak indah dan bahkan tak ada penghuni lain yang ingin meliriknya sedikitpun. Pajangan yang mungkin tak dapat memberi manfaat apa-apa bagi sebagian orang. Sedikit mungkin yang mearasakan manfaat dengan adanya pajangan itu.
Tapi, Aku selalu berfikir, tidak ada benda atau hal apapun yang tidak bermanfaat kawan. Itu hanya menurut aku saja, apakah orang lain berfikir yang sama ? Entahlah ! Hidup ini terlalu penuh dengan banyak warna, unik katanya. Apalah artinya itu, aku tidak peduli !
Hanya ingin tetap berfikir dan melangkah sebagaimana harusnya diriku. Walaupun harus sendiri.
Terlalu jauh aku bercerita, maaf..
Aku ingat saat dulu aku masih bocah disini, dipanggil dengan sebutan “de”. Menurutku itu sangat menyenangkan, Nampak aku adalah adik kesayangannya (lebay.com). Kini lain, aku sudah jadi tetuah disini, maksudnya orang yang dituakan, pemimpin juga katanya. Sudah gilirannya beraksi, sudah harus membimbing penghuni baru rumah ini. Dan aku pun akan memanggilanya demikian, “de…”.
Ya mereka akan belajar banyak hal juga disini, seperti aku dulu. Aku ingin itu juga, aku ingin belajar juga. Tapi rasanya tak ada ruang yang tersisa untukku belajar di rumah ini. Bolehkan aku pergi kerumahku yang lain. Tahukah kamu? aku punya rumah lain kawan. Rumah dengan sedikit penghuni, penuh kerancuan dan sering membuat aku menjadi gila pula. Tapi aku sangat menyukai rumah itu, sangat sangat suka. Aku mengenalnya lebih dari mengenalmu. Maaf, aku juga lebih mencintainya dari pada kamu. Sungguh maaf.
Tenang, aku takkan pergi dari sini, setakbergunapun aku disini, walau jiwaku telah pergi entah kemana. Walaupun cintaku padamu tidak lebih besar dari cintaku padanya. Aku akan tetap disini. Belajar untuk mengerti kamu lagi, walaupun banyak hal yang sudah aku lewatkan tentang kamu. Walaupun kamu sudah terasa asing bagiku. Aku akan tetap disini, bukan karena aku ingin benar-benar disini, tapi karena aku yang lemah dan mampu dikalahkan oleh sepercik rasa ini. Rasa yang semoga ada dan tertanam pada setiap penghuni rumah ini dan juga rumah-rumah lainya. Semoga rasa ini akan selalu terpatri dihatiku, bukan sekedar terpatri bahkan lebih dari itu. Ya untuk saat ini, kamu saja sudah cukup bagi aku, PEDULI.

Aku tak PEDULI meski aku adalah tuan rumah yang merasa asing dirumahku sendiri.

Sabtu, 28 April 2012

Ayoo Nulis :D

Udah lama ga nulis,, bingung mau nulis apa..
Udah banyak ide numpuk dikepala ini.. ranya sudah sesak sekali..
Ingin kutumpahkan semua, tapi sulit,,
Belum mampu untuk menulis dengan baik (sungguh pesimis).
GUBRAKK !!!.
Semoga hanya pesimis yang demikian lewat saja.
Rasanya cukup disini rasa itu. hanya ketakutan akan menulis, sehingga semua menjadi skak.
Cukup tuangkan semua yang ada difikiran, begitu katanya yang pernah ku dengar dari seorang penulis yang cukup ahli. Terlihat mudah, tapi lumayan sulit bagiku, yang masih memiliki tingkat kemalasan menulis yang cukup tinggi.
Pernah ketika ku membaca, lewat tulisan tu kamu bisa merubah dunia katanya. Cukup tulis apa yang ingin kamu sampaikan, dengan gaya kamu dan dengan sangat menariknya yang penting orang yang membaca ikut berfikir yang sama sesuai apa yang kamu tulis. ya hampir sama dengan propaganda. Menggiring opini publik katanya.
Awalnya tak megerti, dan bertanya-tanya. oh iya ya emang bisa?
Tapi jika difikirkan kembali, ya bisa juga sih. Apa sih yang engga bisa?  Ditambah media online, jejaring sosial yang mudah diakses, rasanya semakin mudah untuk mempublikasikan tulisan kita. Lewat tulisan tersebutlah kita sampaikan ide ide briliant kita. Syukur-syukur bisa menginspirasi. itu harapannya, tapi setidaknya kita mampu menyampaikan apa yang kita fikirkan, itupun sudah cukup.

Emm,, trus kalau ingin punya tulisan yang bagus, ya belajar. Banyak-banyaklah menulis. Maka dari itu, mulai saat ini biasakan menulis. menulis apapun yang ingin kamu tulis. Entah bagus atau jelek, norak atau kampungan,, yang penting mulai saat ini sering-seringlah menulis. TITIK.



Ayo Budayakan Menulis !!! 
Belajar Jadi Kaum Intelektual :D
Salam Perjuangan..